SMAN 1 Muara Sugihan (UPT SMA Negeri 1 Banyuasin ) berdiri di atas sebidang tanah dengan ukuran 2,5 ha. Luas seluruh bangunan 1.196m2. Bagian samping kanan, samping kiri, dibatasi oleh sawah milik masyarakat desa Cendana. Status tanah merupakan milik sekolah/ Pemerintah.
Beralamat di Desa Cendana Jalur 14 Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, 30976.
Pendidik rata-rata merupakan lulusan S1 (Sarjana) sebagian lulusan S2 (Magister) sedangkan tenaga kependidikannya rata-rata lulusan S1 (Sarjana).
Sejarah Singkat SMAN 1 Muara Sugihan (UPT SMA Negeri 1 Banyuasin)
SMAN 1 Muara Sugihan (UPT SMA Negeri 1 Banyuasin) semula bernama SMAN Air Sugihan I-V. Sekolah ini mulai didirikan pada tahun 1983 dan mulai beroperasi pada 15 Juli 1985 dengan suatu alasan yaitu melihat kondisi siswa lulusan SMP pada saat itu banyak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
SMAN 1 Muara Sugihan ini didirikan dengan untuan untuk menampung dan memberikan kesempatan pada lulusan SMP agar dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Serta dalam rangka mendukung pelaksanaan program wajib belajar universal yang dicanangkan oleh pemerintah.
Tahun 1994 menjadi tahun bersejarah, karena pada tahun ini SMAN Air Sugihan I-V mengalami perubahan nama menjadi SMAN 2 Banyuasin 1. Perubahan nama terus berlanjut pada tahun 2000 menjadi SMAN 2 Muara Padang. Nama SMAN 1 Muara Sugihan barulah diganti tujuh tahun setelah peristiwa pergantian itu, tepatnya pada tahun 2007. Pada Tahun 2021 kembali berganti nama menjadi UPT SMA Negeri 1 Banyuasin. Namun berdasarkan SE Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan tertanggal 28 April 2021, Nomor 420/5300/Set.3/Disdik.SS/2021 tentang Pemberlakuan Nomenklatur UPT Satuan Pendidikan sementara ditunda.
Secara geografis sosiologis, SMAN 1 Muara Sugihan terletak di daerah pedesaan delta Sungai Musi yang juga akrab disebut sebagai daerah perairan atau daerah jalur. Daerah ini yang merupakan daerah rawa gambut, daerah eks transmigrasi di Era Presiden Suharto kala itu. Berlokasi di desa yang bernama Desa Cendana.
Sebagian besar orang tua siswa bermata pencaharian sebagai buruh petani dengan sistem tadah hujan. Oleh karena itu mayoritas juga memiliki pendapatan di bawa rata-rata. Dengan kata lain sebagian besar orang tua siswa tergolong ekonomi kecil menengah.
Sejak awal mula berdiri belum ada instalasi listrik, hingga kemudian berganti menjadi listrik bertenaga diesel.
Secara umum PLN mulai masuk ke daerah ini sekitar tahun 2014 dan menara provider pun berdiri sekitar tahun 2017 yang berperan penting dalam kemajuan arus teknologi dan informasi pendukung proses kegiatan belajar mengajar meskipun dengan intensitas dan kecepatan yang jauh jika dibandingkan dengan perkotaan pada umumnya. Hal ini semakin didukung oleh perbaikan infrastruktur secara bertahap. Salah satu pencapaiannya adalah pada tahun 2016 SMAN 1 Muara Sugihan berhasil terakreditasi B.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar